Minggu, 03 April 2016

Strategi pembelajaran

PENERAPAN  MODEL PEMBELAJARAN  TWO STAY TWO STRAY
Oleh Mega Agustiana
Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Universitas Bina Darma Palembang 
(www.binadarma.ac.id)
Model pembelajaran kooperatif mempunyai berbagai jenis. Salah satu jenis model pembelajatan kooperatif yitu model two stay two stray atau dua tinggal dua tamu. Model pembelajaran ini akan memotivasi siswa dalam bekerja sama. Selain itu model ini juga dapat meningkatkan empat keterampilan berbahasa yaitu berbicara, menyimak, menulis dan membaca.
Model pembelajaran tipe ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerjasama dengan teman satu kelompoknya ataupun dengan teman dalam kelompok lain, berinteraksi sosial dengan membagikan ide serta mempertimbangkan jawaban yang paling tepat dari hasil interaksinya tersebut. Melalui model pembelajaran ini siswa belajar melaksanakan tanggung jawab pribadi dan kelompoknya serta saling keterkaitan dengan rekan-rekan sekelompoknya.
Model Two Stay Two Stray “Dua tinggal dua tamu” yang dikembangkan oleh Spencer Kagan 1992. Struktur Two Stay Two Stray yaitu salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang memberikan kesempatan kepada kelompok membagikan hasil dan informasi kepada kelompok lain. Hal ini dilakukan karena banyak kegiatan belajar mengajar yang diwarnai dengan kegiatan-kegiatan individu. Siswa bekerja sendiri dan tidak diperbolehkan melihat pekerjaan siswa yang lain. Padahal dalam kenyataan hidup di luar sekolah, kehidupan dan kerja manusia saling bergantung satu sama lainnya. Model Pembelajaran Kooperatif tipe Two Stay Two Stray bisa memberikan sedikit gambaran pada siswa mengenai kenyataan kehidupan dimasyarakat, yaitu dalam hidup bermasyarakat diperlukan hubungan ketergantungan dan interaksi sosial antara individu dengan individu lain dan antar individu dengan kelompok.
Penggunaan model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray akan mengarahkan siswa untuk aktif, baik dalam berdiskusi, tanya jawab, mencari jawaban, menjelaskan dan juga menyimak materi yang dijelaskan oleh teman. Selain itu, alasan menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray ini karena terdapat pembagian kerja kelompok yang jelas tiap anggota kelompok, siswa dapat bekerjasama dengan temannya, dapat mengatasi kondisi siswa yang ramai dan sulit diatur saat proses belajar mengajar.
Dalam pembagian kelompok pembentukannya dilakukan secara permanen yang memungkinkan siswa untuk berinteraksi dengan dengan anggota kelompok lain. Biasanya pembentukan kelompok dilakukan sebanya 4 orang satu kelompok, sesuai dengan pendapat Lie (2008) bahwa membentuk kelompok berempat memiliki kelebihan yaitu kelompok mudah dipecah menjadi berpasangan, lebih banyak ide muncul, lebih banyak tugas yang bisa dikerjakan dan guru lebih mudah memonitor. Sedangkan kekuangan kelompok berempat adalah lebih banyak waktu, membutuhkan sosialisasi yang lebih baik, jumlah genap menyulitkan proses pengambilan suara dan mudah melepaskan diri dari keterlibatan.
Ciri-ciri model pembelajaran Two Stay Two Stray, yaitu:
  1. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya. 
  2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah.
  3. Bila mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang berbeda. 
  4. Penghargaan lebih berorientasi pada kelompok dari pada individu

C.    KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MODEL TWO STAY TWO STRAY
Suatu model pembelajaran pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Adapun kelebihan dari model Two Stay Two Stray adalah sebagai berikut. 
  1. Memberikan kesempatan terhadap siswa untuk menentukan  konsep sendiri dengan cara memecahkan masalah Dapat diterapkan pada semua kelas/tingkatan
  2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menciptakan kreatifitas dalam melakukan komunikasi dengan tema sekelompoknya 
  3. Kecenderungan belajar siswa menjadi lebih bermakna
  4. Lebih berorientasi pada keaktifan. 
  5. Diharapkan siswa akan berani mengungkapkan pendapatnya 
  6. Siswa dapat meningkatkan kemapuan berpikir kritis 
  7. Menambah kekompakan dan rasa percaya diri siswa.
  8. Kemampuan berbicara siswa dapat ditingkatkan. 
  9. Membantu meningkatkan minat dan prestasi belajar
Sedangkan kekurangan dari model Two Stay Two Stray adalah:
  1. Membutuhkan waktu yang lama
  2. Siswa yang tidak terbiasa belajar kelompok merasa asing dan sulit untuk bekerjasama sehingga siswa cenderung tidak mau belajar dalam kelompok 
  3. Bagi guru, membutuhkan banyak persiapan (materi, dana dan tenaga) 
  4. Guru cenderung kesulitan dalam pengelolaan kelas.
Untuk mengatasi kekurangan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray, maka sebelum pembelajaran guru terlebih dahulu mempersiapkan dan membentuk kelompok-kelompok belajar yang heterogen ditinjau dari segi jenis kelamin dan kemampuan akademis. Berdasarkan sisi jenis kelamin, dalam satu kelompk harus ada siswa laki-laki dan perempuannya. Jika berdasarkan kemampuan akademis maka dalam satu kelompok terdiri dari satu orang berkemampuan akademis tinggi, dua orang dengan kemampuan sedang dan satu lainnya dari kelompok kemampuan akademis kurang. Pembentukan kelompok heterogen memberikan kesempatan untuk saling mengajar dan saling mendukung sehingga memudahkan pengelolaan kelas karena dengan adanya satu orang yang berkemampuan akademis tinggi yang diharapkan bisa membantu anggota kelompok yang lain.

D.   ASUMSI PENERAPAN MODEL TWO STAY TWO STRAY
Pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut.
a.     1.   Persiapan
Pada tahap persiapan ini, hal yang dilakukan guru adalah membuat silabus dan sistem penilaian, desain pembelajaran, menyiapkan tugas siswa dan membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan masing-masing anggota 4 siswa dan setiap anggota kelompok harus heterogen berdasarkan prestasi akademik siswa dan jenis kelamin.

b.      2. Presentasi Guru
Pada tahap ini guru menyampaikan indikator pembelajaran, mengenal dan menjelaskan materi sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat.
c.     3.  Kegiatan Kelompok
Pada kegiatan ini pembelajaran menggunakan lembar kegiatan yang berisi tugas-tugas yang harus dipelajari oleh tiap-tiap siswa dalam satu kelompok. Setelah menerima lembar kegiatan yang berisi permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan konsep materi dan klasifikasinya, siswa mempelajarinya dalam kelompok kecil (4 siswa) yaitu mendiskusikan masalah tersebut bersama-sama anggota kelompoknya. Masing-masing kelompok menyelesaikan atau memecahkan masalah yang diberikan dengan cara mereka sendiri. Kemudian 2 dari 4 anggota dari masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya dan bertamu ke kelompok yang lain, sementara 2 anggota yang tinggal dalam kelompok bertugas menyampaikan hasil kerja dan informasi mereka ke tamu. Setelah memperoleh informasi dari 2 anggota yang tinggal, tamu mohon diri dan kembali ke kelompok masing-masing dan melaporkan temuannya serta mancocokkan dan membahas hasil-hasil kerja mereka.
d.     4. Formalisasi
Setelah belajar dalam kelompok dan menyelesaikan permasalahan yang diberikan salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya untuk dikomunikasikan atau didiskusikan dengan kelompok lainnya. Kemudian guru membahas dan mengarahkan siswa ke bentuk formal.
e.       Evaluasi Kelompok dan Penghargaan
Pada tahap evaluasi ini untuk mengetahui seberapa besar kemampuan siswa dalam memahami materi yang telah diperoleh dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif model TSTS. Masing-masing siswa diberi kuis yang berisi pertanyaan-pertanyaan dari hasil pembelajaran dengan model TSTS, yang selanjutnya dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada kelompok yang mendapatkan skor rata-rata tertinggi.

E.     IMPLEMENTASI MODEL TWO STAY TWO STRAY
Model pembelajaran dua tinggal dua tamu (two stay two stray) adalah model pembelajaran yang memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lainnya. Hal ini dilakukan dengan cara saling mengunjungi atau bertemu antar kelompok untuk berbagi informasi.
Langkah-langkah model pembelajaran two stay two stray adalah
  • Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok
  • Masing-masing kelompok diberi tugas untuk berdiskusi tentang suatu materi tertentu, guru membantu menjelaskan pada masing-masing kelompok jika ada yang kurang mengerti
  • Setelah dirasa cukup masing-masing kelompok menunjuk salah satu anggotanya untuk diam ditempatnya sedangkan sisanya berjalan-jalan sebagai tamu dalam kelompok lain
  • Tugas tuan rumah adalah menjelaskan hasil diskusinya kepada setiap tamu yang datang sedangkan tugas tamu yang datang adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya materi yang didiskusikan oleh kelompok tersebut
  • Setelah dirasa cukup mendapatkan informasi, anggota kelompok yang jadi tamu bertugas untuk menyebarkan informasi yang diterimanya dari kelompok ke anggota dari kelompoknya sendiri
  • Begitu seterusnya bergantian hingga masing-masing anggota kelompok pernah merasakan peran sebagai tuan rumah maupun tamu.
Alamat Blog: Pembelajaranm3g4.blogspot.com

Senin, 18 Mei 2015

kumpulan lagu Reza D academy

lagu air mata ibu versi reza d academy dwonload disini

lagu pergi tak kan kembali versi reza d academy dwonload disini

lagu ya magnun versi reza d academy  dwonload disini

lagu akhir sebuah cerita versi reza d academi dwonload disini

lagu sabda cinta versi reza feat danang d academi dwonload disini

Selasa, 28 April 2015

video anak bahasa indonesia



ini lah artis dak sukses,,mou iklan tapi gagal...hahaha kasian..video dapat di unggah di sisni

Selasa, 07 April 2015

kurikullum




Kurikulum 2013
merupakan kurikulum tetap diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaanya di tahun 2013 dengan menjadikan beberapa sekolah menjadi sekolah percobaan. Di tahun 2014, Kurikulum 2013 sudah diterapkan di Kelas I, II, IV, dan V sedangkan untuk SMP Kelas VII dan VIII dan SMA Kelas X dan XI. Diharapkan, pada tahun 2015 telah diterapkan di seluruh jenjang pendidikan. Kurikulum 2013 memiliki tiga aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb, sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika. Materi pelajaran tersebut (terutama Matematika) disesuaikan dengan materi pembelajaran standar Internasional sehingga pemerintah berharap dapat menyeimbangkan pendidikan di dalam negeri dengan pendidikan di luar negeri. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, menyatakan menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 bagi sekolah-sekolah yang baru melaksanakan kurikulum ini selama satu semester pada tanggal 5 Desember 2014






















Kumpulan Kurikulum 2013 tingkat SD 1-6 klik disini
Kumpulan kurikulum 2013 tingkat SMP VII-IX klik disni!

Tulisan baru mega si anak taba



Nama : Mega Agustiana
NIM 141320009
Mahasiswa Universitas Binadarma Palembang

 



                                                            Keresahan Desa “Putri Minang Masak”
Kriminalitas di Indonesia sekarang ini makin meraja lelah. Mulai dari pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, pencurian dan masih banyak lagi kriminalitas yang terjadi di Indonesia. Kriminalitas terjadi hampir di seluruh Indonesia mulai dari perkotaan sampai ke pelosok desa, tingkat kriminal masih tinggi. Sekarang ini lagi panasnya pemberitan tentang begal. Banyak korban yang berjatuhan mulai dari kalangan anak-anak, remaja, sampai orang tua yang menjadi korban begal.
Namun kali ini saya tidak akan membahas masalah begal. Kali ini saya akan membahas tentang pencurian yang terjadi di suku Penesak tepatnya Desa senuro Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir. Desa yang terkenal dengan legenda Putri Pinang Masak ini akhir-akhir ini tengah di resahkan oleh pencurian yang sampai sekarang belum terungkap siapa pelakunya. Kejadian pencurian ini hampir setiap malam terjadi. Lebih dari 7 buah rumah yang menjadi korban pencurian ini. Barang-barang yang hilang berupa sepeda motor, uang, hewan ternak dan karet beku pun ikut di curi oleh pelaku pencurian ini.
Dengan kejadian ini Kepala Desa senuro menggerakkan warga masyarakat untuk membentuk kelompok meronda. Ronda malam ini dilaksanakan mulai 1 April 2015. Namun, sebelum pelaksanaan ronda malam yang di bentuk oleh kepala Desa Senuro, Warga  sudah melaksanakan jaga malam atas ini siatif sendiri namun, pencurian tetap saja terjadi. Seiring terlaksananya ronda malam yang di berlakukan tanggal 1 April 2015 sejauh ini belum ada korban pencurian tetapi malam pertama di laksanakan ronda malam, warga Senuro sempat mencurigai beberapa orang yang tidak di kenal, kemungkinan orang tersebut bukan berasal dari desa senuro. Kecurigaan warga bukan hanya pada warga Desa lain tetapi orang dalam pun ada juga yang di curigai. Sejauh ini warga hanya membentuk kelompok keamanan dari warga sendiri, keamanan tidak melibatkan pihak yang berwajib. Namun kejadian ini sudah dilaporkan warga kepada pihak yang berwajib.